Daripada lebaran tambah lebaran, mending leba-Run :)
Eid Mubarak 1434 H!
Maaf lahir & batin
was out running during eid holiday and cycling the next day with my brother. The view behind my house complex was beautiful, wasn't it? :)
I haven't said before that my life was bad, but this is bad. You'll find how much nightmares you've been afraid of in me.
--
Night can be called a night when you need a human-made to see the light. I am sitting on the porch, with Gravity song on my ear. My lips are locked. My throats deeply understanding every word this song said. Every single meaning behind it.
Gravity stay the hell away from me.
How can we describe thing as 'bad'? What the criteria--the real criteria to state it as a bad? If you think your life is bad, how can you know that it was or will be good? Isn't bad is just a word to blame for every mistake you've done? For every risk you've taken? For every chances you've left? For every word you've said?
Because what I learned, what you did reflects to what is happening now and what will happen later.
It's a karma. It's not about good nor bad. It's a life.
So what, if your life isn't what you captured before? If it's all about the risk you've taken, the chances you've left, the mistakes you've done, words you've said--how dare you blame for what you got today? Life is always good, you know. For every bad you think it is, you have to look down, see around, to feel what other might feel. To see what other can see that you can't. To understand that you don't have to underestimate your life. No, it's not bad. It's good. It's always good.
Bad is just a perspective.
Because you know, it's life anyway.
Bad or good, it's how you see it.
It's all about perspective.
I don't know how far I see but,
it's still unclear.
I don't know how far I walk but,
it's still unreachable.
Am I flying in clouds,
or am I floating in ocean?
Wanderlust: Lost in Mega Mendung, Puncak.
By Lalla Pratami - Selasa, Januari 01, 2013
Have you ever lost in the mountain in the friday midnight?
Because I have. Literally.
And those are the pictures in the next morning at the camp and curug near the camp.
.....
Sometimes I'm nervous when I talk
I shake a little
Sometimes i hate the line I walk
I just want to show you what I know
And catch you when the current lets you go
Or should I just get along with myself
I never did get along with everybody else
I've been trying hard to do whats right
But you know I could stay here all night
And watch the clouds fall From the sky
Because this river is wild
God speed you boy
This river is wild
:)
Katanya, orang pasti lebih memiliki hati atau lebih memiliki otak dalam menjalani hidup yang ia pilih.
Katanya, "If you can't do something smart, do something good."
Saya sungguh tidak mengerti mereka yang menertawakan atas musibah orang lain.
Di mana hati mereka?
Di mana otak mereka?
Saya rasa yang tersisa dalam diri mereka hanyalah kotoran saja.

Di sini. Saat ini.
Sekali lagi.
Saya tidak akan pernah percaya dengan 'sahabat'
Katanya, "If you can't do something smart, do something good."
Saya sungguh tidak mengerti mereka yang menertawakan atas musibah orang lain.
Di mana hati mereka?
Di mana otak mereka?
Saya rasa yang tersisa dalam diri mereka hanyalah kotoran saja.

Di sini. Saat ini.
Sekali lagi.
Saya tidak akan pernah percaya dengan 'sahabat'
A tiny project I've been working on.
Black & White photos & Tiny little stories.
(still working on it to be as good as I could be)




But you’ll never know me
Every day, is as if I play apart
Now I see if I wear a mask I can fool the world
But I can not fool my heart
Now I see if I wear a mask I can fool the world
But I can not fool my heart
Who is that girl I see
Staring straight back at me?
When will my reflection show who I am inside?
I am now in a world where I have to hide my heart
And what I believe in
But somehow I will show the world what’s inside my heart
And be loved for who I am
And be loved for who I am
Who is that girl I see
Staring straight back at me?
Why is my reflection
Someone I don’t know?
Must I pretend that I’m someone else for all time?
When will my reflection show
Who I am inside?
There’s a heart that must be free to fly
That burns with a need to know the reason why
Why must we all conceal what we think, how we feel
Must there be a secret me I’m forced to hide?
I won’t pretend that I'm someone else for all time
When will my reflections show
Who I am inside?
When will my reflections show
Who I am inside?
When will my reflections show
Who I am inside?
When will my reflections show
Who I am inside?
--
one of my favourite song when I was kid,
made me thinking about myself and wondering..
Who am I inside? What do I want? What do I have to do?
Learn from mistakes. Then we'll know who we really are.
And remember; Be yourself. Because everyone else is already taken.
and after all,
Jati diri itu gak pernah pergi ke mana-mana, adanya di diri lo, jadi gak perlu dicari-cari. ;p
When the word "why" is not enough to explain what have happened in your life lately. It goes ups and downs. It runs from somewhere to nowhere. It walks down the pathways, yet climbs cruelly to the peak.
Times... times...
please stop for a while..

I just want to take deep breaths and feel the moments...
here comes the future that you've been waiting for
here comes the future that you've been afraid of

I try to stop cursing stupid people because I know it wouldn't make them smarter nor make me look smarter than them.
and it's hard. damn.



Rasanya ketemu (lagi) sama Fedi Nuril gimana, lak?
Ya gitu. Semacam bintang yang lagi supernova. Meledak memancarkan cahaya yang paling terang selama dia pernah hidup, bahkan bisa membuat silau bintang/planet di sekitarnya.
Tai ah. HAHAHAHA.
eh tapi saya lalu gak mati dan jadi black hole loh ya ;p
This is a beginning although this is an end
I got a sight of heaven and it's gone straight to my head
And the time is right for falling, this time I'm gonna fall
That's the price I must pay for a taste of your sweet love
That's the price I must pay for a taste of your sweet love
I'm gonna fall.. this time I'll fall... gonna fall....
Something in your glances puts a spell on me
As the world fades all around you're all that I can see
And the time is right for falling this time I'm gonna fall
That's the price I must pay for a taste of your sweet love
I'm gonna fall.. this time I'll fall... gonna fall....
(Ash - I'm Gonna Fall)
--
mungkin layaknya tetesan hujan,
memang begitu,
memang adanya,
dan aku terjebak dalam takdir itu;
selalu jatuh.
“Ini... dimana?”
Aku membelalakkan mataku, kaget. Kalau tidak salah aku baru sepuluh menit yang lalu tertidur. Mengapa saat bangun, aku seperti berada di tempat lain?
Aku melihat sekeliling. Merah, semua merah. Ini bukan bumi. Ini bukan planet yang biasa aku tinggali. Ini bukan dunia yang sejak sepuluh menit lalu aku hidupi. Ini tempat asing. Tempat lain. Tempat yang entah ada di mana, di dimensi apa. Aku tak tahu tempat apa ini.
Pelan, aku bangun dari tempatku terduduk semula. Sial. Baru sadar aku bukan tidur di kamarku. Ini jelas aku seperti nyangsang di tempat ini. Dunia merah yang semuanya merah. Aku mengucek kedua mataku dengan kasar, berharap hanya penglihatanku saja yang salah. Tidak, tetap merah.
“Tolooong!” aku mencoba berteriak. Sambil berjalan cepat menelusuri jalan, aku terus berteriak. Berharap ada siapapun itu akan datang, muncul membantuku untuk pulang atau setidaknya menjelaskan dunia apa sebenarnya ini.
Sepi. Tak ada yang menyahut. Tak ada satupun makhluk yang terlihat di sini. Aku baru sadar bahwa aku sendiri. Dunia apakah ini? Mengapa aku harus terkirim ke sini? Aku benci sendiri seperti ini! Aku harus cepat mencari jalan keluar, untuk segera keluar dan kembali ke duniaku. Aku adalah manusia, dan manusia adalah makhluk sosial. Aku tak bisa kalau harus hidup sendiri seperti ini.
“Jangan panik.” Aku berucap untuk diriku sendiri. Bagaimana tidak panik kalau sendiri terpelanting ke tempat yang tidak tahu dimana letaknya seperti ini? Sendiri pula! Kutukan macam apa ini? Apakah waktu berputar sangat cepat saat aku tertidur tadi ataukah ada pergerakan tempat entah seperti apa. Ini aneh. Sangat aneh.
Aku menengadah ke langit. Sama. Awan, langit, semua sama. Bedanya tidak berwarna biru. Melainkan kuning-oranye seperti saat senja. Atau memang ini sudah senja? Aku melihat jamku. Tapi ternyata mati. Aneh, padahal aku baru saja mengganti baterenya minggu lalu. Tidak mungkin mati secepat itu. Apakah itu benar langit? Ataukah hanya terlihat seperti langit dan awan saja?
Aku melihat ke suatu tempat ke ujung jalan. Bukankah itu bunga? Aku setengah berlari menuju bunga tersebut. Selain karena semuanya merah, ini mirip sekali dengan bunga di bumi. Aku mencoba memegangnya.
Tapi bunga itu mendadak menguncup, mengering, menyusut menjadi kecil. Aneh. Awalnya kukira seperti tumbuhan putri malu. Tapi bunga ini malah mengecil, kecil sekali. Benda apa ini? Aku memegang bunga lain yang masih mekar. Sama. Bunga tersebut menguncup, menyusut, mengecil. Apakah ini tumbuhan baru? Atau memang ini bukan tumbuhan, tapi benda asing yang memang hidup di dunia asing ini.
Aku menengok ke belakang dengan cepat. Ada suara seperti gesekan dari arah belakangku. Ada yang bergerak. Tapi tak terlihat apapun. Badanku merinding. Ini sebenarnya tempat seperti apa? Benda-benda apa saja yang tinggal di dalamnya selain gedung-gedung merah, langit oranye, serta bunga merah yang menyusut itu?
Suara gesekan terdengar semakin keras. Aku menengok ke belakang kiri dan kananku semakin cepat dan waspada.
Mereka akhirnya menampakkan diri. Tiga sosok kurus, kecil, tinggi mirip seperti pithecantrophus dengan rahangnya yang khas dan berkaki besi. Tapi sekujur badan mereka semuanya merah, serta berwajah tidak menyenangkan. Mereka mendekatiku dan aku terlalu shock bahkan untuk berbalik dan kabur. Mereka mengangkat senjata yang diambil dari punggung mereka, berbentuk seperti panah yang besar dan gemuk, yang sepertinya berfungsi seperti rudal. Ujung panah mereka mengarah ke mukaku. Dengan muka menakutkan mereka siap untuk menghabisiku dari tempat mereka berdiri sekarang.
Aku memejamkan mata.
Tidak mau melihat apalagi yang terjadi selanjutnya.
--
lanjutin kapan-kapan kalo udah foto pake redscale lagi. mwahahaha.
Kamu terjebak di bawah sinar. Di belakang objek yang selama ini mengikutimu. Tanpa bisa menjadi bentuk yang mandiri, yang tidak tergantung pada apapun.
Tanpa cahaya, kamu tidak ada.
Aku yang kini bukan bayanganmu. Aku tak butuh objek untuk terus aku ikuti. Aku bukanlah bayangan yang tidak bisa bersinar di kegelapan. Aku menciptakan sendiri bayanganku, berteman dengan cahayaku sendiri. Aku memiliki koreografi sendiri di tiap gerakanku, tidak perlu lagi mencontoh tarianmu seperti yang lalu. Aku yang sekarang, tidak lagi terjebak di belakangmu. Aku tidak lagi tergantung akan apapun.
Karena tanpa cahaya, aku tetap ada.
--
Yashica & fuji exp 2007.
No editing.
This is why I love analog <3 div="">3>
Luka di hati itu sebenarnya sama dengan luka di badan;
yang tidak akan sembuh jika tidak diobati,
atau walaupun sudah diobati tetapi tetap meninggalkan bekas,
atau juga, kadang, walaupun tidak meninggalkan bekas, luka itu akan tetap diingat--bahwa we've been hurt before---dan itu meninggalkan trauma tersendiri di dalam diri kita bahwa kita takut kembali terluka.
Dan memaafkan kadang juga tidak berarti melupakan.
Atau mungkin saya hanya trauma untuk kembali terluka.
Itu saja.
Maybe a happy ending doesn't include a guy, maybe it's you, on your own, picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future. Maybe the happy ending is just moving on.He's Just Not That Into You


