Kalau kesabaran sudah dibatasi untuk sesuatu,
dan sesuatu yang terbatasi oleh kesabaran adalah hidup saya sendiri,
apa yang bisa saya lakukan?
Jika semesta memang lupa untuk memasukkan plot bahagia dalam kisah saya,
menambahkan kepedihan atas nama pelajaran,
menumbuhkan penghujatan atas nama kesabaran,
lantas, apa yang sebenarnya semesta inginkan dari saya?
Pertanyaan demi pertanyaan,
yang semakin banyak bukan semakin terjawab malah semakin memusingkan.
Tentang hidup.
Tentang semesta.
Serta diantara keduanya.
PAPERNOISE is a free local zine made by my two friends, Dzaki and Kibot. In their very first edition, they featured my photoset titled "Monokrom Berbicara" as Artwork, with a little prologue by me.
Online version of PAPERNOISE can be read here.
And you can also ask for paper version to me. I still got some ;)
Katanya, orang pasti lebih memiliki hati atau lebih memiliki otak dalam menjalani hidup yang ia pilih.
Katanya, "If you can't do something smart, do something good."
Saya sungguh tidak mengerti mereka yang menertawakan atas musibah orang lain.
Di mana hati mereka?
Di mana otak mereka?
Saya rasa yang tersisa dalam diri mereka hanyalah kotoran saja.

Di sini. Saat ini.
Sekali lagi.
Saya tidak akan pernah percaya dengan 'sahabat'
Katanya, "If you can't do something smart, do something good."
Saya sungguh tidak mengerti mereka yang menertawakan atas musibah orang lain.
Di mana hati mereka?
Di mana otak mereka?
Saya rasa yang tersisa dalam diri mereka hanyalah kotoran saja.

Di sini. Saat ini.
Sekali lagi.
Saya tidak akan pernah percaya dengan 'sahabat'


